Pria dengan “sindrom Mr. Nice Guy.” Pria dengan sifat ini memang sering kali dianggap ideal dalam banyak hal, karena sifatnya yang penuh perhatian, sensitif, pengertian, dan tidak egois. Namun, meskipun tampaknya mereka adalah pasangan yang sempurna, ternyata ada beberapa masalah yang muncul dalam hubungan mereka.

Pria “Mr. Nice Guy” ini seringkali terlalu mengutamakan keinginan dan kenyamanan orang lain, bahkan sampai mengabaikan kebutuhan dan keinginannya sendiri. Mereka cenderung menghindari konflik dan cenderung menyenangkan orang lain agar tidak mengecewakan atau membuat marah. Meski itu terlihat baik, dalam jangka panjang, hal ini bisa membuat hubungan menjadi tidak seimbang dan kehilangan dinamika. Seperti yang disebutkan dalam penjelasan Anda, hubungan dengan Mr. Nice Guy bisa terasa membosankan karena mereka cenderung terlalu “ikut” dan tidak pernah menentang atau menyatakan ketidaksukaannya.

Kadang-kadang, mereka juga bisa merasa terjebak dalam peran sebagai teman yang baik, tetapi tidak pernah dianggap lebih dari itu. Hal ini membuat mereka sering kali kesulitan dalam membangun hubungan yang lebih dalam atau serius. Namun, seperti yang Anda tulis, bukan berarti mereka tidak layak untuk dijadikan pasangan. Mereka hanya perlu belajar untuk menjadi lebih tegas, jujur, dan menjaga keseimbangan dalam hubungan.

Untuk membantu seorang pria dengan sifat “Mr. Nice Guy” ini, memang penting untuk mendorongnya untuk lebih bersikap autentik, tegas, dan berani mengungkapkan keinginan dan pendapatnya. Sebagai teman atau pasangan, memberikan dorongan untuk menemukan keseimbangan antara memberi dan menerima, serta menegakkan batasan dalam hubungan, bisa sangat membantu mereka berkembang menjadi pribadi yang lebih sehat dalam menjalani hubungan.