
Studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Earth’s Future pada 12 Februari 2025 mengungkapkan prediksi yang mengkhawatirkan tentang kota bersejarah Alexandria di Mesir. Kota yang terkenal dengan sejarahnya, seperti tempat kelahiran Cleopatra dan rumah bagi Perpustakaan Alexandria, diperkirakan akan tenggelam lebih cepat akibat naiknya permukaan air laut.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa dalam dekade terakhir, jumlah bangunan yang runtuh di sepanjang tepi laut Alexandria meningkat secara signifikan, dari sekitar satu per tahun menjadi 40 per tahun. Dalam 20 tahun terakhir, sekitar 280 bangunan di kota tersebut sudah runtuh akibat erosi pantai, dan sekitar 7.000 bangunan lainnya berisiko tenggelam di masa depan. Di antara tahun 2014 hingga 2020, 86 bangunan hancur total, dan 201 bangunan lainnya runtuh, mengakibatkan 85 kematian.

Penyebab utama keruntuhan ini adalah intrusi air laut yang semakin meluas dan naiknya permukaan air laut. Proses ini meningkatkan kadar air tanah di bawah bangunan, yang dapat menyebabkan tanah amblas dan membuat struktur bangunan tidak stabil. Selain itu, air asin juga mengikis pondasi dan tulangan baja bangunan, yang memperburuk kerusakan.

Menurut data dari Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA), permukaan laut global telah naik antara 20 hingga 23 sentimeter sejak 1880, dan jika tren ini berlanjut, permukaan laut diperkirakan akan naik hingga 2,2 meter pada tahun 2100, berisiko lebih tinggi untuk kota-kota pesisir seperti Alexandria.

Peneliti menekankan bahwa kerugian yang terjadi bukan hanya pada bangunan fisik, tetapi juga pada warisan budaya dan sejarah yang tak ternilai. Mereka mengusulkan beberapa langkah mitigasi, seperti pembangunan penghalang pantai, peninggian bangunan, dan relokasi penduduk yang tinggal di daerah yang sangat berisiko.