
Cerita sukses Honda di Indonesia tak hanya bermula dari motor bebek legendaris seperti Honda Super Cub. Meskipun Super Cub menjadi pionir dalam membangun industri sepeda motor di Indonesia, Honda Win justru menjadi penerus dan alternatif yang sangat populer setelah Super Cub, terutama di kalangan kelas pekerja.

Honda Win pertama kali diluncurkan pada tahun 1984 dan langsung mencuri perhatian masyarakat Indonesia, menjadi idola baru selama dua dekade berikutnya. Keputusan PT Federal Motor (sekarang PT Astra Honda Motor atau AHM) untuk menggantikan Honda 90Z (Honda Astra) dengan Honda Win terbukti tepat. Seiring dengan perkembangan desain motor, Honda Win hadir dengan tampilan yang lebih kotak dibandingkan dengan Honda 90Z, serta menggunakan mesin berkapasitas 97 cc. Motor ini mampu bersaing dengan motor lainnya seperti Honda GL-Pro Neotech 145 cc dan Honda GL-Max 125 cc, yang menjadi rival utama pada saat itu.

Apa yang membuat Honda Win begitu istimewa? Pertama-tama, daya tahan motor ini tak diragukan lagi. Honda Win dikenal sebagai motor yang sangat tangguh dan dapat diandalkan. Hampir tidak ada testimoni buruk mengenai performa atau perawatan motor ini. Salah satu keunggulannya adalah irit bahan bakar. Dengan tangki bensin 8 liter, Honda Win dapat menempuh sekitar 50 km hanya dengan 1 liter bensin, menjadikannya pilihan populer untuk berbagai keperluan, baik touring maupun niaga. Pada puncak kejayaannya di tahun 1990-an, banyak pegawai negeri yang menggunakan Honda Win sebagai kendaraan operasional.

Tak hanya itu, Honda Win juga dikenal karena kemampuannya membawa barang. Dengan adanya bracket di bagian belakang motor, motor ini sangat cocok untuk pengusaha kelas menengah yang membutuhkan kendaraan yang dapat mengangkut barang dalam jumlah cukup besar. Honda Win juga dikenal karena bobotnya yang ringan, hanya sekitar 100 kg, menjadikannya motor yang pas untuk ukuran orang Indonesia. Bentuknya yang ramping dan tidak bongsor membuat motor ini sangat praktis untuk digunakan dalam berbagai kondisi. Selain itu, Honda Win mempopulerkan penggunaan mesin 4-tak yang lebih ramah lingkungan. Pada saat sebagian besar kompetitor masih menggunakan mesin 2-tak yang menghasilkan asap tebal, Honda Win sudah mengandalkan mesin 4-tak yang lebih efisien dan minim polusi.

Honda Win memiliki masa hidup yang panjang di Indonesia, dari tahun 1984 hingga 2005. Meski demikian, motor ini tidak pernah mengalami perubahan signifikan selama 21 tahun peredarannya, membuktikan betapa digemarinya motor ini oleh masyarakat Indonesia. Selama periode tersebut, semua komponen Honda Win diproduksi di Indonesia oleh PT Federal Motor, bukan hanya untuk memenuhi permintaan dalam negeri, tetapi juga untuk diekspor ke negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand.

Hingga kini, meski Honda telah menghentikan produksinya pada tahun 2005, Honda Win masih dicari oleh banyak orang. Di beberapa situs toko online, harga Honda Win bervariasi antara Rp 2 juta hingga Rp 8 juta tergantung pada kondisi motor. Hal ini menunjukkan betapa legendarisnya motor ini di mata masyarakat Indonesia, terutama di kalangan para penggemar kendaraan klasik.