Kebijakan baru OYO yang melarang pasangan belum menikah menginap di hotel mereka telah memicu perdebatan hangat di kalangan netizen. Sebagai jaringan penginapan yang sebelumnya identik dengan privasi dan kenyamanan bagi pasangan, perubahan ini dianggap bertentangan dengan citra merek OYO. Banyak pihak menilai kebijakan ini diskriminatif dan tidak sesuai dengan tren masyarakat modern yang mengutamakan kebebasan individu.

Langkah OYO ini tampaknya dipengaruhi oleh tekanan dari kelompok masyarakat lokal yang mengedepankan nilai-nilai tradisional. Namun, keputusan ini menyoroti dilema yang dihadapi bisnis di kawasan seperti India, di mana nilai tradisional dan gaya hidup modern sering kali bertentangan.

Sebaliknya, kompetitor seperti Stay Uncle dan Brevistay tetap mendukung pasangan belum menikah dengan menyediakan akomodasi yang inklusif, yang mungkin menjadi peluang bagi mereka untuk memperluas pangsa pasar.

Dengan adanya kritik ini, OYO perlu menyeimbangkan tuntutan dari masyarakat lokal dengan ekspektasi pasar modern agar dapat mempertahankan relevansinya sebagai pilihan utama bagi pelancong. Bagaimana OYO menangani situasi ini akan menjadi pengaruh besar bagi reputasi dan keberlanjutan bisnis mereka.