Jepang menghadapi tantangan besar dengan populasi lansia yang terus bertambah dan angka kelahiran yang terus menurun. Dalam situasi ini, pengembangan robot humanoid untuk merawat lansia bisa menjadi solusi yang menarik dan inovatif.

Jepang mengalami penurunan angka kelahiran selama sembilan tahun berturut-turut, dengan hanya 720.988 bayi lahir pada 2024. Generasi “baby boomer” Jepang semuanya akan berusia di atas 75 tahun pada akhir 2024, yang meningkatkan kebutuhan perawatan lansia. Kekurangan tenaga kerja di sektor keperawatan sangat besar, dengan hanya satu pelamar untuk setiap 4,25 pekerjaan yang tersedia.

Penggunaan robot dalam perawatan lansia bisa membantu mengurangi beban tenaga kerja manusia, tapi juga menimbulkan pertanyaan etis dan emosional. Apakah lansia akan merasa nyaman dirawat oleh robot? Bagaimana dampaknya terhadap hubungan sosial dan kesejahteraan emosional mereka?

Menurut kamu, apakah robot seperti ini benar-benar bisa menggantikan peran manusia dalam merawat lansia, atau tetap diperlukan pendekatan yang lebih humanis?